Ditulis pada tanggal 18 November 2017, oleh admin, pada kategori Berita Terbaru

Purworejo (31/10/17) –  Pendidikan dasar merupakan modal awal peserta didik menjalani proses pendidikan dalam kegiatan belajar mengajar terutama di sekolah. Proses pendidikan pada saat inilah usia emas untuk dapat menanamkan berbagai macam karakter baik yang akan dibawanya hingga ke depan. Untuk mempersiapkan segala proses pendidikan dasar tersebut dapat berjalan dengan baik, Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Purworejo menyelenggarakan Kuliah Umum dengan mengangkat tema Menjadi Guru Kreatif dan Menyenangkan Menuju Pendidikan yang Berkemajuan di Ruang Seminar Kampus Timur Universitas Muhammadiyah Purworejo. Disampaikan Ahmad Akbar Hardita Ketua Panitia Pelaksana bahwasanya kuliah umum kali ini diikuti kurang lebih 125 mahasiswa PGSD UM Purworejo semester 1 tahun ajaran 2017-2018 yang diharapkan semenjak awal bisa mempunyai mindset dalam menyelenggarakan proses pendidikan dan pembelejaran kelak dengan kreatif inovatif dan menyenangkan.
Agenda ini dimaksudkan agar dapat mencetak guru untuk peserta didik yang kreatif inovatif dan menyenangkan  dan mampu melahirkan ide-ide kreatif untuk pembelajaran yang memotivasi serta dapat sampaikan materi dengan tidak membosankan,”ungkap Ahmad Akbar H.

Ditambahkan Titi Anjarini, M.Pd. Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar UM Purworejo mengapresiasi dengan pelaksanaan kuliah umum kali ini. Beliau mengharapkan para mahasiswa peserta agenda dapat mengikuti dan menyerap pemaparan yang disampaikan pemateri serta termotivasi untuk melaksanakan dalam aktivitas pembelajaran yang akan diampunya kelak. “Harapannya pemateri kali ini dapat dieksplor secara maksimal oleh peserta diserap ilmunya. Guna dapat memajukan program studi serta dapat menginspirasinya menjadi pendidik yang kreatif dan menyenangkan seperti yang diharapkan,”ujarnya

Agenda kuliah umum dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP UM Purworejo Yuli Widiyono, M.Pd. dengan menambahkan prakata bahwasanya pada era abad 21 ini menjadi tantangan yang berat bagi guru untuk menjawab kemajuan perkembangan teknologi dan informasi yang ada. Pendidik harus mampu menjadi inspirasi siswanya serta menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan interesting bagi mereka. “Mudah-mudahan dapat memberikan bekal bagi calon guru ini dalam menghadapi abad 21 dengan tantangan yang berat ini tetap dapat memaksimalkan potensinya,”ujarnya.

Kuliah umum ini diisi oleh Nurhidayanto PSP, Ph.D. dosen Universitas Negeri Yogyakarta dengan dimoderatori oleh Ika Imroatun Setiyani Sekretaris Hima PGSD UM Purworejo. Dalam paparannya beliau jelaskan berdasarkan disiplin ilmu yang didalaminya yakni terkait urgensi bahasa inggris bagi usia dasar dan trik serta strategi kreatif inovatif dan menyenangkan.

Usia sekolah dasar merupakan Usia emas menyerap bahasa. Sehingga ketika tidak diajarkan sejak dini akan mempersulit penguasaan bahasa pada masa jenjang pendidikan di atasnya. Usia ini pula Native-like pronunciation. Pada saat ini pula momen untuk mengasah kemampuan hidup berkomunikasi dengan lebih banyak orang. Selain itu juga, memberikan penghargaan terhadap budaya lain dan bekal bahasa untuk mengakses ilmu pengetahuan yang kebanyakan berbahasa inggris yang tentunya tidak meninggalkan bahasa daerah dan bahasa Indonesia,”ungkapnya.

Lanjutnya disampaikan pula berkaitan dengan Karakter penting anak dalam belajar Bahasa Inggris, Motivasi merupakan faktor kunci dalam keberhasilan TEYL, definisi affective filter, trik menjaga affective filter tetap rendah, strategi pembelajaran bahasa dengan Teacher talk, Songs and Stories serta Guru sebagai pengembang bahan ajar.

Agenda kuliah umum ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan bagi pembicara yang disampaikan secara langsung oleh Ketua Program studi PGSD UM Purworejo.

Back to top