Ditulis pada tanggal 8 February 2017, oleh admin, pada kategori Info Umum dan Keuangan

“RTL COKROAMINOTO”

Darul arqam dasar merupakan suatu kegiatan yang menjadi sebuah kewajiban yang harus diikuti mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang berada di bawah bimbingan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Universitas Muhammadiyah Purworejo. Sebagai kegiatan pelengkap dari DAD ini IMM menyelengarakan rencana tindak lanjut (RTL) yang dimana kami sebagai mahasiswa yang telah selesai mengikuti dad harus bertugas membantu mengajar di sebuah sekolah dasar dengan di bagi menjadi beberapa kelompok. Kami adalah RTL Cokroaminoto yang beranggotakan 21 mahasiswa yang membantu mengajar di SD Muhammadiyah 1 Purworejo, yang terletak di Baledono. Nama

Cokroaminto diambil dari tawaran seorang pemandu yang telah disepakati oleh semua anggota. Kami mengambil nama dari salah tokoh tersebut karena banyak keteladanan yang dapat kami ambil dari beliau. Setelah menjadi sebuah

kelompok kami membentuk sebuah kepengurusan. Cipto Aji Darmawan sebagai ketua, Nurul Woro sebagai bendahara dan Yuli Wahyuningsih sebagai sekretaris. Kami terdiri dari tiga kelas, yakni PGSD A, PGSD B, dan PGSD C.

Hari Sabtu tanggal 07 Januari 2017, perwakilan dari kami datang ke SD Muhammadiyah 1 Purworejo untuk memohon izin agar dapat membantu mengajar di SD tersebut. Sambutan dari kepala sekolah yang sangat hangat, membawa aroma positif bagi kami bahwa kami akan di terima dan juga di izinkan untuk membantu mengajar di SD tersebut. Setelah beberapa menit kami berbincang-bincang, terbentuklah sebuah kesepakatan antara kami dengan Bapak Supriyanto, S.Ag. Kami di izinkan untuk membantu mengajar selama satu bulan, di mulai pada hari Selasa, 10 Januari 2017. Kami tidak mendapat izin untuk membantu mengajar di kelas 6, karena kelas 6 sedang di fokuskan untuk menghadapi ujian nasional. Ka

mi mengajar kelas 1 sampai dengan kelas 5. Tugas kami di SD tersebut yaitu mengajar mengaji seperti membaca al-qur’an, hafalan surah atau doa-doa, dan juga memotivasi murid supaya dapat lebih semangat untuk menerima pembelajaran selanjutnya. Kegiatan motivasi ini sering kami isi dengan menerapkan berbagai permainan ya

ng dapat mengerakkan daya tarik mereka. Kegiatan mengaji ini dimulai dari pukul 06.30 WIB sampai dengan 07.00 WIB, sangat terbatas oleh waktu dan kami juga sudah di ingatkan untuk sebisa mungkin tidak melebihi waktu yang sudah diberikan dengan alasan agar pembelajaran tidak terganggu. Sore hari kami juga diminta oleh kepala sekolah untuk memberi tambahan atau les bagi kelas 3. Pelajaran tambahan ini dimulai pada pukul 12.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB.

Sebelum kami memulai kegiatan mengajar, kami menyusun sebuah jadwal dimana setiap harinya dapat tersusun secara adil di setiap kelas. Lima kelas tentunya bagi kami tidak mendapatkan kesulitan dalam siapa saja yang mengajar. Setiap harinya ada 10 sampai 11 anak yang mengajar, yang masing-masing kelas diisi oleh 2 sampai 3 orang mahasiswa. Kami mengajar mulai hari Selasa sampai dengan hari Sabtu. Hari Senin tidak bisa di gunakan untuk kegiatan mengaji dikarena

kan ada kegiatan upacara bendera. Setiap hari Kamis, Jum’at, dan Sabtu hanya dapat mengajar 3 kelas saja karena 2 kelas harus melaksanakan senam pagi.

Setelah jadwal tersusun, kami mulai melaksanakan kegiatan mengajar tersebut. Suatu hal yang baru bagi kami masuk ke dalam kelas dengan bekal yang seadanya, karena kai masih semester 1, namun itu bukan menjadi halangan yang berarti bagi kami. Wajah keingintahuan mereka mulai muncul. Kami didampingi guru kelas dan mulai memperkenalkan diri. Hari pertama kami sudah dibuat kagum oleh siswa-siswa kelas 2. Surah Al-Mulk lancar terucap dengan tajwid yang sangat jelas. Hal tersebut membuat kami sangat bangga sekaligus malu, karena kami yang sudah dewasa dengan umur yang sedemikian belum dapat hafal surah yang cukup panjang tersebut. Selain surah Al-Mulk, mereka juga hafal separuh dari surah Ar-Rahman. Sangat luar biasa semangat mereka untuk dapat menghafalkan surah surah yang lumayan panjang tersebut. Setelah beberapa menit kami mengaji, hadir seorang siswi dengan keadaan yang be

rbeda dengan yang lain, dimana dia harus dibantu dalam ia berjalan. Haru tentunya dengan hal tersebut, tapi siswi tersebut memiliki keinginan yang kuat. Kepala Sekolah bercerita seputar anak tersebut, beliau mengatakan bahwa si

swi tersebut tidak ingin bersekolah kecuali di SD Muhammadiyah Purworejo ini. Tidak hanya haru, kami juga kesulitan dalam mengatur anak supaya tidak jalan-jalan sendiri, ngobrol dengan yang lain. Hari pertama ada dua kelas yang di dalamnya ada siswa yang berkelahi saat mengaji, saling dorong penyebabnya. Panik yang kami rasakan namun tangis segera mereda saat salah satu dari mereka meminta maaf.

Cerita dari kelas 1 sampai kelas 5 tentunya berbeda-beda, bukan hanya karena umur, karakter anak pun juga ikut berperan. Hari kedua dengan keadaan yang tak jauh berbeda tentunya, sampai minggu pertama kami selesai mengajar yang kami hadapi adalah sama. Pertemuan kedua dengan kelas yang sudah berbeda dari pada kelas yang pertama kami masuk, kami menemukan banyak hal baru lainnya. Sampai beberapa kali kami bertatap muka dengan anak-anak kami sudah merasa sangat akrab dan kenal dengan karakter dari mereka. Pengalaman yang sangat berharga bagi kami sebagai pemula. Selain kegiatan pagi kami juga mengajar tambahan pelajaran, kami akan membantu anak-anak sebisa kami tentang mata pelajaran yang di minta oleh mereka. Biasanya kami mengajar dengan membawa permen atau yang lain sebagai motivasi agar mereka dapat memberikan perhatiannya dalam keadaan yang sudah capek karena yang seharusnya mereka sudah berada di rumah tetapi masih harus mengikuti kegiatan tambahan pelajaran. Kami j

uga memberikan hadiah bagi anak-anak yang berani maju kedepan untuk melaksanakan apa yang kami perintahkan, tidak hanya itu kami juga mengapresiasi setiap regu atau kelompok yang berhasil memenangkan kompetisi kecil yang kami buat.

Pengalaman mengajar di SD M

uhammadiyah 1 Purworejo tentunya banyak sekali, kami merasa di hormati, dengan anak-anak yang ketika kami datang langsung memberi salam, berjabat tangan dan langsung sangat akrab dengan kami. Guru disana juga sangat ramah. Satpam yang menjaga sekolah itu pun sangat ramah dan yang masih kami pikirkan, mengapa anak-anak sangat patuh dengan bapak satpam tersebut. Wajah tidak seram bahkan malah bersahabat tetapi sangat di segani. Ada seb

uah kejadian yang itu menjadi koreksi bagi kami, sehingga Bapak Kepala Sekolah memberi tahu kepada kami bahwasanya ada seorang wali murid dari siswa kelas 5 yang mengingatkan bahwa saat mengaji jika siswa tidak membawa al-qur’an jangan diminta pulang ke rumah untuk mengambil al-qur’an tersebut karena rumahnya jauh dari sekolah. Menurut keterangan dari salah satu teman kami yang kebetulan pada saat itu bertugas me

ngajar di kelas 5, mereka tidak ada yang meminta anak tersebut untuk mengambil al-qur’an di rumah. Mereka belum masuk ke kelas tersebut dan mereka bertemu dengan anak tersebut di luar kelas, bahkan saat itu mereka juga tidak tahu jikalau anak tersebut adalah siswa kelas 5. Prediksi kami anak tersebut tidak nyaman jika tidak menggunakan al-qur’an miliknya sendiri, sehingga pada saat itu dia lupa tidak membawanya dan memutuskan untuk pulang mengambilnya. Sebuah kejadian yang membuat kami harus lebih berhati-hati dan juga lebih mem

ahami karakter siswa.

Sebuah kata yang membuat kami berpikir agak mendalam “Mbak itu kenapa sih, ngatur-ngatur.”, kata-kata sederhana yang di ucapkan oleh siswa yang berusia sekitar 9 tahun yang hanya membuat kami tertegun diam. Siswa tersebut mungkin merasa tidak nyaman dengan kami saat itu, namun seiring berjalannya waktu kami mulai mengetahui karakter dia, dia adalah seorang anak yang sangat cerdas, rapi, tetapi tidak suka melakukan hal yang bukan dengan keinginannya. Susah memang tapi inilah tantangan bagi kami.

Selesai memberi tambahan pelajaran kami sering duduk dengan mereka yang pulang menunggu jemputan dari orang tuanya. Kami bercita banyak dengan mereka. Kami sedikit mengorek gimana keadaan mereka jika di rumah dan sebagainya. Hingga kami menemukan siswa yang kami rasa tidak asing di mata kami. Seorang siswa yang sering kami temui di depan kampus. A

nak tersebut adalah anak panti asuhan yatim dan tuna netra. Dia sangat rajin, suka membantu kami, dan dialah yang sering memberi tahu kami bagaimana keadaan atau sifat dari teman-temannya di kelas. Dimas nama panggilan bagi anak tersebut.

Cerewet. Kata yang sering diucapkan oleh salah seorang siswa saat kami mulai mengkondusifkan suasana di kelas. Hal yang sangat wajar bagi kami jika kondisi kelas mulai tidak kondusif dan kami juga mulai menaikkan volume kami agar semua anak di dalam kelas dapat memusatkan perhatian mereka kepada kami. Siswa usia bawah lebih sulit di atur atau di minta untuk memperhatikan dari pada siswa dengan umur yang sudah mulai remaja. Kelas 1 semisal, kelas dengan jumlah sis

wa terbanyak dengan kondisi yang sedemikan. Ada yang diam, ada yang suka lari-lari, kejar-kejaran, ngobrol, mainan, dan sebagainya. Satu guru di kelas tersebut mungkin tidak akan sanggup mengkondusifkan suasana di kelas.

Salah masuk kelas sehingga ada kelas yang tidak ada oemndu untuk mengaji. Sebuah kesalahan yang sering kali terulang pada saat mengajar. Hal tersebut di sebabkan karena ada salah satu dari kami yang sering datang terlambat dan ada yang izin mendadak sehingga tidak ada yang mengantikan. Hal tersebut menjadi sorotan bagi Kepala Sekolah yang sering mengata

kan rumah jauh itu bukan alasan untuk terlambat. Lebih baik datang pas bel berbunyi dari pada bel berbunyi tetapi masih di jalan. Banyak petuah yang kami terima, yang akan selalu menjadi pelajaran bagi kami. Kami sangat senang mendapatkan sekolah dngan Kepala Sekolah yang tidak sungkan untuk melakukan sharing dengan kami, yang mungkin tidak akan kami temui di sekolah-sekolah yang lain.

Seru, ramai, senang, sedih, capek, harus bangun pagi, bahagia, marah. Semua rasa yang kami rasakan yang akan menjadikan kami lebih dewasa dan lebih dapat memahami karakter kami masing-masing ketika menghadapi anak-anak dengan seribu satu sifat, sehingga kedepannya kami dapat mengolah, mengkontrol diri kami menjadi yang lebih baik lagi.

Penutupan rencana tindak lanjut ini

kami laksanakan pada hari Selasa, 08 Februari 2017. Acara penutupan tersebut di ikuti oleh Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Purworejo, dan perwakilan dari RTL Cokroaminoto. Dalam penutupan ini Cipto Aji Darmawan selaku ketua dari RTL Cokroaminoto menyampaikan ungkapan terimakasih karena sudah di berikan kesempatan untuk membantu mengajar di SD tersebut dan juga permohonan maaf apabila selama mengajar banyak kesalahan yang kami lakukan baik sengaja maupun tidak sengaja, kepada Kepala Sekolah. Kepala Sekolah juga menanggapi dengan sangat baik. Beliau mengucapkan terimakasih juga karena telah dibantu dalam proses pembelajaran p

agi dan juga sore, yang kami harus rela meluangkan waktu kami demi anak-anak. Beliau juga memohon maaf apabila anak-anak seperti itu dengan tingkahlaku mereka. Penutupan di akhiri dengan penyerahan kenang-kenangan dari ka

mi sebagai tanda terima kasih dan kenang-kenangan tersebut telah di terima oleh Bapak Kepala Sekolah.

 

 

 

 

 

 

 

Back to top